Tips dan Rekomendasi Wisata di Kota Bombay

India dikenal sebagai salah satu tujuan wisata internasional yang diminati banyak orang. Salah satu tempat wisata yang bisa Anda coba adalah, Kota Bombay. Kota ini dikenal sebagai rumah Bollywood dengan beragam tempat-tempat wisata eksotik mulai dari tempat bersejarah, wisata alam, dan tempat lainnya.

Artikel ini dipersembahkan atas kerjasama dengan situs judi bola terbaik di Indonesia – Mahabet.org

Jika Anda berminat untuk berwisata ke tempat yang berbeda, kota Bombay bisa menjadi salah satu pilihan terbaik bagi Anda karena, kota Bombay memberikan sensasi wisata yang berbeda. Berikut ini, beberapa rekomendasi akan tempat wisata serta tips-tips yang perlu Anda ketahui untuk berkunjung ke kota Bombay.

Rekomendasi tempat wisata di Kota Bombay yang patut dicoba

Jika Anda memutuskan untuk berkunjung ke kota Bombay, ada beberapa tempat wisata yang wajib Anda kunjungi seperti :

  • CST Station
    CST Station atau Chhatrapati Shivahi Terminus adalah sebuah bangunan sejarah berupa stasiun kereta pertama yang berdiri di India. Meski telah lama berdiri, bangunan ini masih berdiri kokoh dan dikenal akan nilai eksotismenya yang terlihat dari gaya Victorian Gothic yang terlihat sangat jelas. Stasiun ini didapuk menjadi simbol dari kota Bombay. Di tempat ini, Anda bisa menghabiskan waktu Anda untuk foto-foto atau mengagumi nilai-nilai sejarah serta arsitektur yang terdapat di tempat ini.

  • Horniman Circle
    Namanya diambil dari nama seorang editor Koran Bombay Chronicle, Benjamin Horniman. Beliau merupakan salah satu tokoh yang turut mendukung kemerdekaan India. Bagi Anda yang suka fotografi atau menghiasi akun Instagram Anda dengan foto-foto cantik maka, tempat ini cocok bagi Anda. Ada banyak bangunan bergaya kuno berdiri di sini. Selain itu, tempatnya yang bersih serta rimbun akan pohon bisa menjadi tempat beristirahat sebelum Anda melanjutkan wisata Anda ke tempat lainnya.

  • Rajabai Clock Tower
    Berlokasi di Universitas Bombay, tempat ini sudah terlihat dari kejauhan. Sebenarnya, cukup mudah bagi banyak orang untuk sampai ke kota ini. Dengan tinggi 85 meter, tempat ini berdiri mulai November 1878 dan menjadi salah satu ciri khas dari kota Bombay. Sama seperti beberapa bangunan sebelumnya, Anda bisa menghabiskan waktu Anda untuk mengagumi gaya arsitektur gedung ini.

Tips berwisata ke kota Bombay

Ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan sebelum ke kota Bombay dan berikut tips-tips penting yang perlu Anda ketahui.

  • Berjalan kaki lebih murah dan menyenangkan
    Ada banyak transportasi umum yang bisa Anda pilih mulai dari bus hingga taksi. Namun, jalan kaki menjadi pilihan terbaik bagi Anda karena, Anda bisa menikmati berbagai macam gedung dengan gaya arsitektur klasik yang memanjakan mata Anda. Anda bisa menghabiskan waktu Anda untuk foto-foto atau mengagumi gaya arsitektur gedung tersebut. Jangan takut jika Anda kepanasan atau capek karena, ada banyak tempat duduk serta pohon-pohon yang berdiri di sekitaran gedung yang ada di kota Bombay.

  • Jangan berlibur saat musim hujan
    Kota Bombay terletak di daerah tropis terutama, dekat laut. Karena itu, kota Bombay memiliki curah hujan tinggi serta sering banjir. Untuk itu, penting bagi Anda untuk merencanakan liburan Anda di musim panas sehingga, Anda bisa menikmati liburan Anda dengan aman dan mudah karena Anda tidak perlu kerepotan untuk menghindari cuaca buruk.

  • Pintar-pintar menawar
    Di Bombay, tawar-menawar harga masih bisa dilakukan terutama kala naik transportasi. Untuk itu, Anda perlu mengatur strategi agar bisa mendapatkan harga terbaik terutama untuk menyesuaikan dengan budget yang Anda bawa jika Anda minim budget.

Sejarah Busana Tradisional India, Kain Sari

Bagi Anda yang menggemari film India, tentunya Anda tidak asing dengan jenis kain yang digunakan untuk menutupi tubuh dengan cara melilitkannya. Kain tersebut biasanya memiliki corak yang khas dan memiliki warna-warni yang menarik. Ya, kita sedang berbicara tentang kain sari. Kain sari ini memang sangat identik dengan para wanita dari India. Sebenarnya tidak hanya India saja namun juga negara-negara tetangganya seperti Bangladesh, Sri Lanka, dan Nepal.

Fakta Unik tentang Kain Sari

Mungkin Anda tidak tahu, kain sari ini ternyata sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari para wanita yang tinggal di India dan sekitarnya. Mayoritas wanita yang bekerja di India mengenakan kain sari sebagai pakaian bekerja mereka bukannya mengenakan pakaian kerja kasual seperti di Indonesia. Dan Anda juga harus tahu bahwa ada makna filosofis yang terkandung dari kain sari terutama dari warna-warnanya.

Sebagai contoh, jika Anda seorang wanita dari India dan status Anda adalah janda, maka jika Anda ingin mengenakan kain sari, Anda hanya diperbolehkan untuk mengenakan kain sari dengan warna putih dan tanpa motif apapun. Di sisi lain, Anda disarankan mengenakan kain sari dengan warna merah dan dilengkapi hiasan benang warna emas jika Anda adalah wanita India yang akan menikah. Nah, menarik bukan kain sari ini? Tentunya akan lebih menarik lagi jika Anda tahu bagaimana kain sari bisa sangat populer mulai dari sejarahnya sampai menjadi kain yang sangat dikenal bahkan di jaman fashion modern seperti saat ini.

Sejarah Kain Sari

Mengenai sejarah dari kain sari ini, dulunya yang disebut sebagai kain sari itu pasti terdiri dari minimal dua helai kain bukannya sehelai kain. Dua bagian helai kain tersebut digunakan untuk menutupi bagian tupuh. Helaian pertama digunakan untuk menutupi bagian dada yang kemudian dikenakan dengan cara disampirkan di bagian bahu.

Kemudian bagian yang satunya lagi dipakai di sekitar pinggul untuk menutupi bokong, pinggul, dan kaki. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dan karena pengaruh perkembangan di dunia fashion juga, kain sari saat ini hanya terdiri dari satu helai saja.

Namun satu helai tersebut memiliki panjang yang lumayan yaitu sekitar 5 – 9 meter. Dan untuk lebarnya cukup 1 meter saja. Kain panjang tersebut kemudian digunakan untuk menutupi badan dengan cara melilitkannya dengan metode yang tertentu. Biasanya cara melilitkannya mulai dari pinggang untuk menutupi bagian bawah tubuh dan kemudian dililitkan ke tubuh bagian atas yang kemudian disampirkan di bagian punggung dan disangkutkan di sana untuk mengunci lilitan.

Karena hanya terdiri dari satu helai kain saja, tentunya akan cukup susah untuk bisa benar-benar menutupi tubuh. Karena itulah para wanita di India dan sekitarnya sekarang mengkombinasikan kain sari modern tersebut dengan item fashion yang lain seperti petticoat. Jadi para wanita mengenakan petticoat atau bisa juga disebut sebagai baju bagian dalam yang kemudian ditutupi lagi dengan menggunakan sari. Petticoat sendiri juga mulai menjadi jenis pakaian yang khas karena sering dikombinasikan dengan kain sari.

Di daerah India selatan, petticoat sering disebut dengan nama pavada atau pavadai. Sementara di wilayah India Timur, petticoat disebut sebagai shaya. Tidak hanya petticoat saja, kain sari yang modern juga dikombinasikan dengan berbagai pakaian yang lain seperti ravika atau bisa juga dengan blus choli. Khusus untuk choli, biasanya dikombinasikan dengan kain sari saat musim panas.

Choli merupakan baju bagian dalam yang memiliki desain lengan yang pendek. Bagian leher dari choli juga rendah yang membuat orang yang mengenakannya bisa menghindari panas berlebih yang diakibatkan oleh cuaca.

Perkembangan Kain Sari Modern

Pada perkembangannya, kain sari sudah banyak diadaptasi ke berbagai gaya berpakaian modern untuk para wanita di berbagai negara di dunia ini. Ya, kain sari sekarang tidak hanya digunakan oleh wanita dari India dan sekitarnya saja. Nilai kain sari sebagai pakaian tradisional yang berasal dari daerah Asia Selatan telah menjelma menjadi pakaian yang mencerminkan keanggunan yang dimiliki wanita.

Suka dengan Peninggalan Sejarah? Berikut Rekomendasi Objek Wisata di New Delhi yang Bisa Anda Datangi

Bila Anda memiliki budget cukup, mungkin New Delhi bisa Anda jadikan sasaran saat liburan mendatang. Tak hanya menawarkan suasana yang berbeda, ibukota India ini memiliki beberapa situs sejarah sekaligus yang sangat bisa Anda kunjungi. Beberapa situs sejarah tersebut bahkan termasuk dalam warisan dunia UNESCO.

Jadi, sangat disayangkan sekali bila Anda sudah jauh-jauh melakukan perjalanan ke New Delhi namun tidak sempat mampir ke berbagai objek wisata tersebut bukan? Hanya saja, banyaknya objek wisata sejarah di New Delhi seringkali membuat orang bingung hendak mengunjungi yang mana, sedangkan waktu yang dimilikinya hanya sebentar saja.

Nah, apabila Anda mengalami kebingungan yang sama seperti itu, Anda bisa menyimak rekomendasi objek wisata di New Delhi yang ada di bawah ini:

 

Red Fort

Red Fort atau yang bisa diartikan dengan Benteng Merah ini merupakan bangunan bersejarah yang dibangun oleh Sultan Shah Jahan sekitar tahun 1638 silam. Adapun Sultan Shah Jahan itu sendiri merupakan kaisar Mughal.

Pembangunan Red Fort memang dimaksudkan sebagai tempat tinggal anggota keluarga kerajaan. Benteng ini memiliki dinding raksasa dengan panjang keseluruhannya adalah 2,5 km. Sedangkan tingginya bervariasi mulai dari 16 meter hingga 33 meter. Material benteng ini adalah batu pasir merah, sehingga sangat cocok dengan namanya kan ya?

Meskipun pendiri benteng ini adalah kaisar Mughal, nyatanya benteng ini pulalah yang menjadi saksi bisu atas berakhirnya Dinasti Mughal. Pun demikian, Red Fort ini tetap bisa dikatakan sebagai simbol kekuasaan dinasti yang telah berpengaruh selama 3 abad tersebut, sekaligus juga menjadi simbol kecemerlangan seniman Dinasti Mughal.

Gaya yang diterapkan pada arsitektur benteng ini adalah perpaduan antara karya seni Eropa, Persia serta India itu sendiri. Gaya ini kemudian dikenal dengan sebutan gaya Shah Jahani. Red Fort ini adalah salah satu situs yang termasuk dalam jejeran warisan dunia UNESCO.

 

Makam Humayun

Masih seputar peninggalan Dinasti Mughal, ada satu tempat wisata lain selain Red Fort yang telah disebutkan sebelumnya. Tempat wisata ini adalah Makam Humayun, dan sesuai dengan namanya, makam ini adalah tempat peristirahatan terakhir kaisar Mughal bernama Humayun.

Makam ini dibangun oleh istri kaisar Humayun sendiri pada tahun 1562 dengan perancangnya adalah Mirak Mirza Ghiyas, seorang arsitek dari Persia. Pada tahun 1993, tempat wisata di New Delhi ini telah masuk sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO, sama seperti Red Fort.

 

Lodhi Garden

Meski objek wisata yang satu ini berbentuk taman yang biasa dikunjungi oleh penduduk setempat, perlu Anda ketahui bahwa di dalam taman ini terdapat makam para penguasa Kesultanan Delhi yang memerintah di abad ke-15. Para penguasa tersebut adalah Sikander Lodi, Bara Gumbad, Shees Gumbad dan Mohamad Syah.

Makam yang ada di taman ini tak lantas membuat Lodhi Garden tampak suram, karena terdapat hamparan rumput yang hijau di atas tanahnya. Selain itu, ada pula pepohonan rindang dan berbagai jenis burung serta tupai di sana. Makanya tidak heran bila banyak wisatawan yang merasa betah saat berada di taman ini. Anda juga tertarik untuk mengunjunginya?

Apabila Anda adalah seorang muslim, pastikan Anda juga mampir ke Masjid Jama yang lokasinya tidak jauh dari Red Fort ya. Selain bisa Anda jadikan tempat untuk sholat, Anda sekaligus bisa menikmati keindahan arsitektur masjid yang dibangun sekitar tahun 1665 ini.