Sejarah Busana Tradisional India, Kain Sari

Bagi Anda yang menggemari film India, tentunya Anda tidak asing dengan jenis kain yang digunakan untuk menutupi tubuh dengan cara melilitkannya. Kain tersebut biasanya memiliki corak yang khas dan memiliki warna-warni yang menarik. Ya, kita sedang berbicara tentang kain sari. Kain sari ini memang sangat identik dengan para wanita dari India. Sebenarnya tidak hanya India saja namun juga negara-negara tetangganya seperti Bangladesh, Sri Lanka, dan Nepal.

Fakta Unik tentang Kain Sari

Mungkin Anda tidak tahu, kain sari ini ternyata sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari para wanita yang tinggal di India dan sekitarnya. Mayoritas wanita yang bekerja di India mengenakan kain sari sebagai pakaian bekerja mereka bukannya mengenakan pakaian kerja kasual seperti di Indonesia. Dan Anda juga harus tahu bahwa ada makna filosofis yang terkandung dari kain sari terutama dari warna-warnanya.

Sebagai contoh, jika Anda seorang wanita dari India dan status Anda adalah janda, maka jika Anda ingin mengenakan kain sari, Anda hanya diperbolehkan untuk mengenakan kain sari dengan warna putih dan tanpa motif apapun. Di sisi lain, Anda disarankan mengenakan kain sari dengan warna merah dan dilengkapi hiasan benang warna emas jika Anda adalah wanita India yang akan menikah. Nah, menarik bukan kain sari ini? Tentunya akan lebih menarik lagi jika Anda tahu bagaimana kain sari bisa sangat populer mulai dari sejarahnya sampai menjadi kain yang sangat dikenal bahkan di jaman fashion modern seperti saat ini.

Sejarah Kain Sari

Mengenai sejarah dari kain sari ini, dulunya yang disebut sebagai kain sari itu pasti terdiri dari minimal dua helai kain bukannya sehelai kain. Dua bagian helai kain tersebut digunakan untuk menutupi bagian tupuh. Helaian pertama digunakan untuk menutupi bagian dada yang kemudian dikenakan dengan cara disampirkan di bagian bahu.

Kemudian bagian yang satunya lagi dipakai di sekitar pinggul untuk menutupi bokong, pinggul, dan kaki. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dan karena pengaruh perkembangan di dunia fashion juga, kain sari saat ini hanya terdiri dari satu helai saja.

Namun satu helai tersebut memiliki panjang yang lumayan yaitu sekitar 5 – 9 meter. Dan untuk lebarnya cukup 1 meter saja. Kain panjang tersebut kemudian digunakan untuk menutupi badan dengan cara melilitkannya dengan metode yang tertentu. Biasanya cara melilitkannya mulai dari pinggang untuk menutupi bagian bawah tubuh dan kemudian dililitkan ke tubuh bagian atas yang kemudian disampirkan di bagian punggung dan disangkutkan di sana untuk mengunci lilitan.

Karena hanya terdiri dari satu helai kain saja, tentunya akan cukup susah untuk bisa benar-benar menutupi tubuh. Karena itulah para wanita di India dan sekitarnya sekarang mengkombinasikan kain sari modern tersebut dengan item fashion yang lain seperti petticoat. Jadi para wanita mengenakan petticoat atau bisa juga disebut sebagai baju bagian dalam yang kemudian ditutupi lagi dengan menggunakan sari. Petticoat sendiri juga mulai menjadi jenis pakaian yang khas karena sering dikombinasikan dengan kain sari.

Di daerah India selatan, petticoat sering disebut dengan nama pavada atau pavadai. Sementara di wilayah India Timur, petticoat disebut sebagai shaya. Tidak hanya petticoat saja, kain sari yang modern juga dikombinasikan dengan berbagai pakaian yang lain seperti ravika atau bisa juga dengan blus choli. Khusus untuk choli, biasanya dikombinasikan dengan kain sari saat musim panas.

Choli merupakan baju bagian dalam yang memiliki desain lengan yang pendek. Bagian leher dari choli juga rendah yang membuat orang yang mengenakannya bisa menghindari panas berlebih yang diakibatkan oleh cuaca.

Perkembangan Kain Sari Modern

Pada perkembangannya, kain sari sudah banyak diadaptasi ke berbagai gaya berpakaian modern untuk para wanita di berbagai negara di dunia ini. Ya, kain sari sekarang tidak hanya digunakan oleh wanita dari India dan sekitarnya saja. Nilai kain sari sebagai pakaian tradisional yang berasal dari daerah Asia Selatan telah menjelma menjadi pakaian yang mencerminkan keanggunan yang dimiliki wanita.